4 Alasan Aborsi Medis dengan Pil/Obat Aborsi oleh WHO

Informasi terbaru yang di Update 2019 dari World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia mengenai panduan aborsi medis bertajuk Medical Management of Abortion. Ini merupakan keluaran buku ke tiga oleh WHO setelah menerbitkan buku panduan seputar aborsi medis yang dituliskan pada tahun 2012 dan 2015 lalu.

Aborsi aman sangat disarankan, jika menggunakan metode yang telah direkomendasikan oleh WHO serta disesuaikan dengan usia kehamilan, dan jasa menyediakan pelayanan aborsi atau mendukung tindak aborsi kandungan aman.”

Tingginya angka kematian ibu hamil serta kebutuhan terhadap pemenuhan layanan aborsi bagi perempuan telah mendorong WHO mengadakan penelitian secara mendalam untuk mengatasi permasalahan ini. Pada tahun 2012, untuk pertama kalinya WHO mengeluarkan buku panduan bertajuk Safe Abortion: Technical and Policy Guidance for Health System yang lebih menyoroti persoalan kebijakan. Selanjutnya, ditahun 2015 mereka kembali menerbitkan buku panduan bertajuk Health Worker Roles in Providing Safe Abortion and Post-Abortion Contraception yang merupakan respon terhadap buku sebelumnya.

aborsi medis

4 Alasan Aborsi Medis dengan Pil/Obat yang Disarankan Oleh WHO

Langkah WHO dalam mengatasi permasalahan ini terus berjalan sampai ditahun 2019 ini,  mereka menerbitkan buku panduan baru yang secara khusus menyatakan bahwa aborsi medis dengan pil atau obat merupakan opsi yang sangat direkomendasikan bagi individu yang ingin menghentikan kehamilan. Setidaknya ada alasan-alasan yang perlu diketahui mengapa jenis aborsi ini sangat direkomendasikan oleh WHO.

Berikut 4 alasan aborsi medis dengan pil/obat yang sangat disarankan, seperti dikutip dari laman resmi WHO :

  • Lebih Efisien

Bukan berarti aborsi bedah jadi tidak efisien. Selama ini ada dua jenis aborsi yang dapat dipilih oleh individu yang mengalami kehamilan, yaitu: aborsi medis dan aborsi bedah. Tentu saja, ada perbedaan yang sangat signifikan terkait dua jenis layanan ini. Aborsi medis menggunakan bantuan pil dan dapat dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dari konselor. Sementara aborsi bedah memerlukan bantuan tenaga medis yang ahli karena prosedurnya menggunakan alat-alat penunjang. Selain itu, faktor lain yang menentukan jenis aborsi adalah usia kehamilan.

Berdasarkan buku panduan WHO tahun 2012, aborsi medis dapat dilakukan untuk usia kehamilan antara 6 hingga 24 minggu. Aborsi dengan menggunakan pil aman dilakukan selama kurun waktu tersebut. Namun, seringkali para penyedia layanan kesehatan langsung memberikan vonis kepada individu untuk melakukan aborsi bedah. Dan ini dilakukan tanpa melihat usia kehamilan. Padahal, dalam usia kehamilan yang diperbolehkan aborsi medis dapat bekerja lebih efisien karena tidak memerlukan bantuan dari tenaga medis yang ahli, dapat dilakukan sendiri di rumah, serta tidak melibatkan peralatan medis yang rumit. Tingkat keberhasilan aborsi medis dengan pil/obat juga tinggi dengan persentase metode kombinasi 98% – 100%.

  • Lebih Terjangkau

Yang paling menggembirakan dari aborsi medis dengan pil/obat adalah, harganya yang relatif murah jika dibandingkan dengan aborsi bedah. Aborsi medis biasanya dilakukan dengan bantuan pil/obat cytotec misoprostol, jaminan tingkat keberhasilan dan keamanannya sangat terjamin. Soal harga juga lebih terjangkau bila dibanding dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh wanita hamil memilih metode aborsi bedah.

  • Tersedia secara Global

Cytotec misoprostol adalah jenis obat multifungsional gugurkan janin kehamilan yang tersedia hampir di seluruh dunia. Orang-orang di berbagai belahan dunia terkagum dengan kemampuannya dalam menghentikan kehamilan. Namun, perlu diperhatikan dosis pemakaian pil/obat aborsi ini tidak boleh dipakai sembarangan karena harus disesuaikan dengan prosedur yang sudah diterapkan sesuai usia kehamilan/kandungan seorang wanita oleh penjual (penyedia obat aborsi)

  • Lisensi dari WHO

Sebagai lembaga kesehatan internasional, WHO memiliki daftar lisensi obat penting atau List of Essential Medicine yang menjamin apakah suatu obat telah direkomendasikan untuk menangani kebutuhan tertentu. Dalam hal ini, obat cytotec telah terdaftar dalam List of Essential Medicine yang mana artinya setiap negara seharusnya memperbolehkan dan menjamin ketersediaan jenis obat ini. Perintah ini tertulis dalam buku panduan terbaru aborsi medis dari WHO tahun 2019 terhadap kebijakan yang seharusnya dapat menjadi alasan kuat bagi para pendukung tindak aborsi untuk menuntut pemerintah menyediakan jenis obat tersebut.

Selain 4 alasan di atas, di dalam buku panduan terbaru WHO secara langsung juga memberi perintah kepada para penyedia layanan aborsi agar supaya bersedia memberikan informasi yang lengkap terkait aborsi kandungan aman. Ini berarti setiap penyedia layanan tindak aborsi perlu menjelaskan mengenai peran penting obat aborsi yang dapat dipilih oleh seorang wanita yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dengan jaminan pelayanan aborsi kandungan aman 100% berhasil tuntas.