SMA Aborsi 3 Kali Leni Maharani Part 2

sma aborsi 3 kali

Kesaksian cerita selanjutnya, SMA aborsi 3 kali Leni Maharani (Part 2)

Adegan :

Saat itu terlihat keduanya sedang makan. Si pacar makan dengan lahapnya. Setelah sekian lama menunggu akhirnya si Leni angkat bicara.

Leni : “Aku hamil …”

Terlihat sang pacar masih asyik makan saja layaknya tidak mendengar perkataan si Leni. Karena gusar akhirnya si Leni menggebrak meja … Brakkkk … Setelah sekian lama terbisu, maka si pacar gantian angkat bicara.

Pacar Leni : “Ya udah …. nanti beli obat apa jamu yang biasa … kok repot amat …”

Namun, ketika Leni hamil ke 4 kali, dia merasakan ketakutan untuk melakukan aborsi.

Leni : “Namun yang ada dihati saya waktu itu … saya mulai ada rasa takut ya … dan walaupun saya ndak ngerti itu apa … pokoknya saya takut dan saya tidak mau aborsi lagi.”

Adegan :

Leni : “Kalau kamu ndak mau tanggung jawab, ya udah kita pisah aja …”

Leni : “Bahkan saya berpikir ya … kasarnya … kalau saya harus menjadi pelacur ya ndak apa-apa lah … gitu … yang penting saya akan besari anak ini dan saya mau anak ini. Saya ndak mau menggugurkan lagi…”

Adegan :

Si pacar : “Oke … kita besarkan anak kita ya …”

Kemudian Leni mengangguk setuju …

Maka dari itu, dia dan pacarnya berniat untuk membesarkan anak itu. Akhirnya mereka berdua membesarkan anak itu walaupun usia mereka masih sangat muda saat itu. Karena susahnya mendapatkan pekerjaan akhirnya suaminya bekerja berjualan narkoba bahkan Leni rela untuk bermain judi. Mereka melakukan itu semua agar kehidupan mereka tidak menderita karena kekurangan uang.

Leni : “Kemudian pacar saya memutuskan untuk berdagang narkoba supaya kami bisa punya uang buat beli makan. Keadaan waktu itu sangat sulit sekali. Kondisinya ya itu … sering ndak punya uang. Kan harus makan … kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi ya … mana mau melahirkan. Ya belum dapat kerja. Jadi cara-cara seperti itu yang harus ditempuh supaya kita bisa punya uang.”

Leni : “Jadi karena saya pinter main kartu … akhirnya ya saya main judi supaya bisa dapetin uang. Walaupun dalam kondisi hamil tua saya tetap main kartu supaya bisa dapetin uang.”

Sampai suatu ketika, akhirnya suami Leni mendapatkan pekerjaan.

Adegan :

Pacar Leni : “Sayang aku pengin kasih kamu kabar.”

Leni : “Kenapa … Kamu jadi target operasi ?. Udahlah … jangan jual narkoba lagi. Biar aku yang kerja ya …” Kemudian si pacar menggemgam tangan Leni sambil mengucapkan …

Si pacar : “Tau ndak sayang aku dapet kerjaaannn ….”

Leni : “Oh ya …”

Setelah sekian lama waktu berlalu  ….

Disuatu meja makan ada si Leni dan anak perempuannya mau makan.

Anak Leni : “Mami aku laper …”

Leni : “Sabar ya sayang … kita tungguin papa pulang ya …”

Namun, sikap suami Leni berubah semenjak bekerja di kantor.

Adegan :

Leni : “Yee .. papa pulang … bang kita makan bareng yuk …”

Suami Leni : “Aku mau pergi sebentar … Ada bisnis sama teman aku.”

Leni : “Semenjak suami saya kerja, kok dia makin sibuk. Sibuk dengan pekerjaannya. Sibuk dengan teman-teman-nya. Dan akhirnya saya merasa saya kurang diperhatikan lagi. Kasih sayang ke saya itu jadi berkurang. ”

Adegan :

Leni : “Kok kamu cuek banget sih sama aku sekarang ?”

Suami : “Kamu ini curiga terus. Kalau ada hasilnya toh kamu juga yang nikmati.”

Leni : “Jadi curiga jadinya. Oh jangan-jangan kenapa-napa gitu …. Ndak perhatiin. Paling ngeliat anak juga sebentar gitu … Emang dia ndak … ndak …. apa ya … kurang peduli lah jadinya …”

Adegan :

Suatu saat teman sekantor suami Leni bertandang kerumah. Rupanya mungkin si teman ini sedang mencari Melvin suaminya Leni.

Leni : “Silahkan diminum mas …”

Sang Tamu : “Oh jadi si Melvin belum pulang ya …”

Leni : “Saya juga kurang tahu mas. Akhir-akhir ini dia sering pulang terlambat.”

Sang tamu : “Apa masih nganter anak baru itu ya … ?”

Leni : “Anak baru siapa mas ???”

Sang tamu : “Di kantor ada anak baru … Dia sering diantar sama Melvin pulang.” Kemudian si tamu tiba-tiba pamit pulang … ‘Oh kalau begitu saya pamit pulang dulu ya. Bilang saja sama Melvin kalau saya tadi kesini.’

Tidak lama …

Pertengkaran besar terjadi antara Leni dan Melvin…

Leni : “Kamu tega banget sih bang sama aku. Padahal aku kan udah berkorban banyak buat kamu.”

Melvin : “Yang selingkuh itu siapa ?”

Leni : “Ala … jangan pura-pura ndak tahu bang. Teman kamu bilang kamu ada main kan sama anak baru itu ?”

Dan ternyata, suaminya selingkuh dengan teman kantornya yang baru. Saat itu Leni merasa tidak mempunyai harapan hidup lagi.

Leni : “Kondisi rumah tangga kami pada waktu itu benar-benar diujung tanduk. Udah ndak ada jalan keluar. Ya … komunikasipun sudah ndak ada. Benar-benar udah ndak ngerti lagi mau apa ?” … “Kalau pada waktu itu saya udah ndak mikir ada harapan. Saya ndak ngerti lagi. Udah ndak tahu … udah ndak berpikir lagi la … akan ada perubahan. Saya berpikir ya udah … Berarti inilah nasib saya yang harus saya terima. Ya beginilah … ” …. “Semua yang sudah saya lakukan untuk menyenangkan hati pacar saya … ya saya sampai harus ninggalin keluarga, banyak hal … Banyak pengorbanan yang sudah saya buat. Nah itu ndak menjamin juga kalau dia akan membahagiakan saya selamanya.”

Sampai pada akhirnya, suami Leni mengajak ke sebuah komunitas gereja.

Adegan :

Disuatu komunitas gereja tampak ada suatu pertemuan dan ada seorang ibu yang mengatakan seperti ini :

Ibu : “Saya percaya semua itu karena kasih Yesus yang bisa memampukan, merubah hati suami saya.”

Peserta perempuan lain : “Wah … luar biasa ya Tuhan Yesus …”

Kemudian seorang perempuan memberi salam kepada peserta lain yang masih baru didalam komunitas tersebut :

“Selamat datang ya teman-teman semuanya. Selamat bergabung dalam komsel kita hari ini.” Kemudian mendadak perempuan itu menanyakan sesuatu kepada Melvin ..’Melvin … sama siapa itu Mel ?’ “. Kemudian Melvin menjawab : “Ini pasangan saya …” … Kembali perempuan itu bertanya kepada Leni : “Oh ya siapa namanya ?” Kemudian Leni menjawab : “Leni …”

Leni : “Ketika kami datang ke gereja ini, kami melihat komunitas di gereja ini sangat welcome. Mereka sangat bersahabat, peduli dengan kami. Kami merasa sangat … sangat diterima …”

Adegan :

Kemudian si Leni bertanya sesuatu kepada seorang ibu yang tadi memberikan kesaksiannya. “Sudah berapa lama ibu mendoakan suaminya ?” tanya Leni. Kemudian si ibu menjawab “Kurang lebih 25 tahun.” Kemudian dengan sedikit kaget si Leni bertanya balik : “Kok bisa sabar ibu melakukan hal itu ?”. Si ibu balik menjawab : “Kuncinya satu … yaitu kita harus selalu dekat dengan Yesus.”. Si Leni mengulang sebagian perkataan ibu itu … “Yesus ….”

Leni : “Ya di komunitas gereja ini mereka banyak share tentang pribadi Yesus ya … mereka bilang bahwa ‘Yesus itu mengasihi saya … Yesus itu mengasihi kami …’ Nah itu bikin hati saya penasaran. Selama ini saya tidak terlalu banyak belajar tentang Firman Tuhan. Ndak terlalu banyak tahu. Akhirnya membuat saya jadi kepingin tahu. Akhirnya saya jadi rajin baca Firman dan saya semakin haus untuk mencari tahu pribadi seperti apa sih sebenarnya Yesus ini ? Apakah benar seperti yang mereka bilang ? Saya mau lihat buktinya.”

Kemudian di hari-hari berikutnya Leni dengan tekun membaca Alkitab. Dan rupanya Leni begitu terpaku dengan isi Mazmur 139 : 13 -14.

Leni : “Disitu tertulis bahwa Tuhan sudah menjadikan saya sejak semula. Bahkan Dia menenun saya di rahim ibu saya hari lepas hari. Bahkan ketika saya belum lahir Dia sudah menyediakan buku kehidupan saya. Dia sudah mempersiapkan rencana yang terbaik buat hidup saya. Dan itu membuat saya benar-benar merasakan bahwa …. ya saya sangat dikasihi. Saya memang sangat spesial.” … “Tuhan bukan tanpa tujuan melahirkan saya ke dunia ini.” (ungkap Leni sambil menangis).

Adegan :

Terlihat pasangan hidup Leni (Melvin) sedang mengemasi pakaian. Sepertinya dia hendak pergi. Tidak jauh dari tempat itu si Leni sedang bergegas pula ke rumah itu. Pada saat Melvin masih mengemasi pakaian tersebut, terlihat anak perempuan-nya berada di belakang sambil menatap Melvin, mungkin bertanya : “Sedang apa papaku ini ?”

Leni : “Ternyata ada suatu pribadi yang selalu peduli dengan saya. Bahkan saya tidak tahu hal itu. Disaat saya tidak tahu ternyata dia ada disitu. Dia memperhatikan saya, dan dari situ saya sadar bahwa ini ternyata … Ini ternyata maksud-nya Tuhan. Kenapa Dia mengijinkan semua hal-hal yang begitu mengecewakan di masa lalu saya. Supaya saya bisa bertemu dengan Pribadi-Nya.”

Adegan :

Tidak lama kemudian Leni sampai ke rumah. Setelah dia masuk kedalam rumah, dia hanya menjumpai anak perempuannya saja yang masih kecil. Kemudian Leni bertanya kepada anaknya “Papa kemana sayang ?” Kemudian Leni memeluk anak perempuannya sambil berkata “Maafkan mama ya sayang. Mungkin kalau mama mau maafin papamu semua ini ndak akan terjadi. Mama terlalu egois. Hanya berharap kepada kalian. Padahal kasih yang abadi ada didalam Yesus. Yang justru harus mama bagikan kepada kalian.” …… Kemudian tanpa disadari ternyata suaminya belum pergi dan masih berada didalam kamar. Kemudian Melvin berkata “Makasih sayang … akhirnya kamu ada hati untuk maafin aku.”

Mereka berdua merasakan perubahan hidup yang luar biasa. Mereka merasakan damai sejahtera. Bahkan, mereka menemukan kasih Yesus yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Semenjak saat itu, pemulihan keluarga sangat mereka rasakan. Kemudian keluarga mereka diteguhkan.

Leni : “Sebagai sebuah peneguhan kalau saya pernah aborsi 3 kali dan saya cuma punya punya anak 3 itu kan sepertinya seri ya … sama. Tapi Tuhan kasih 1 lagi gitu. Sekalipun kamu melakukan 3 dosa tapi aku memberikan kepadamu 4 anugerah. Itu peneguhan buat saya gitu. ” Dan kini mereka dikaruniai 4 orang anak.

Jual Obat Aborsi © 2011
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.