Menerima Dan Memilih Aborsi Dengan Obat Penggugur Kandungan

SolusiTuntas69.Com adalah situs yang menerima dan memberi solusi memilih aborsi dengan obat penggugur kandungan tanpa melakukan kuret atau melalui dukun aborsi. Karena maraknya kejadian wanita hamil diluar tanggung jawab oleh pasangan, disini kami membantu anda dalam menangani masalah tindak aborsi kandungan dengan obat penggugur kandungan dan melayani via online di Indonesia.

memilih aborsi kandungan

Alasan Menerima Dan Memilih Aborsi Dengan Obat Penggugur

Menerima dan memilih aborsi dengan obat penggugur kandungan sebagai solusi dikarenakan banyak sebab. Kami memutuskan hanya membantu wanita yang bermasalah dengan usia kehamilan yang mengkhawatirkan. Tentu saja banyak pihak yang mencela jika seorang wanita akan menggugurkan kandungannya, apalagi di Indonesia ini yang budaya ketimurannya sangat kental, sehingga stigma sosial dari masyarakat terhadap wanita yang akan melakukan aborsi sangatlah tidak menyenangkan bagi orang lain.

Stigma sosial tersebut dapat berupa cacian, teguran atau bahkan dikucilkan dari pergaulan di masyarakat.  Hal ini sangat memberatkan bagi wanita dan bisa membuat depresi. Sebenarnya, setiap wanita memiliki hak untuk berbuat apa saja terhadap kehidupannya sendiri. Jika memang dia tidak bisa melanjutkan kehamilan yang ada, untuk alasan tertentu, tentu saja wanita memiliki hak untuk menggugurkan kandungannya, baik melalui operasi maupun menggunakan obat penggugur kandungan. Karena alasan dibalik aborsi yang dilakukan tentu saja berbeda-beda, hanya pelaku tindak aborsi yang tahu alasannya. Tetapi kita sebagai masyarakat sebaiknya tidak mencela dan bahkan mengucilkan.

Tidak Menerima dan Memilih Aborsi di Klinik Kandungan

Pertanyaan : Legalitas Aborsi dan Hak Korban Pemerkosaan

  • Bagaimana legalitas aborsi akibat pemerkosaan ?
  • Apa saja hak wanita korban pemerkosaan yang melakukan aborsi itu?

Jawaban : Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Pada dasarnya setiap orang dilarang melakukan aborsi, demikian yang disebut dalam Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”). Namun, larangan tersebut dikecualikan berdasarkan [Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan]:

a. Indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan; atau

b. Kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.

Menjawab pertanyaan Anda yang pertama, dari sini dapat kita ketahui bahwa aborsi itu legal untuk dilakukan terhadap kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. Namun, tindakan aborsi akibat perkosaan itu hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang sebagaimana disebut dalam Pasal 75 ayat (3) UU Kesehatan.

Adapun sanksi bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar sebagaimana disebut dalam Pasal 194 UU Kesehatan. Lebih lanjut mengenai pidana terkait aborsi, Anda dapat membaca artikel yang berjudul Ancaman Pidana Terhadap Pelaku Aborsi Ilegal.

Sebagai pelaksana dari UU Kesehatan, kini pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi (“PP 61/2014”). Ketentuan legalitas aborsi terhadap kehamilan akibat perkosaan ini diperkuat dalam Pasal 31 ayat (1) dan (2) PP 61/2014 yang antara lain mengatakan bahwa tindakan aborsi hanya dapat dilakukan berdasarkan kehamilan akibat perkosaan dan hanya dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 (empat puluh) hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir.

Kehamilan akibat perkosaan itupun juga harus dibuktikan dengan [Pasal 34 ayat (2) PP 61/2014]:

a. Usia kehamilan sesuai dengan kejadian perkosaan, yang dinyatakan oleh surat keterangan dokter; dan

b. Keterangan penyidik, psikolog, dan/atau ahli lain mengenai adanya dugaan perkosaan.

Adapun yang dimaksud dengan “ahli lain” berdasarkan penjelasan Pasal 34 ayat (2) huruf b PP 61/2014 antara lain dokter spesialis psikiatri, dokter spesialis forensik, dan pekerja sosial.

Aborsi kehamilan akibat perkosaan harus dilakukan dengan aman, bermutu, dan bertanggung jawab. Hal ini disebut dalam Pasal 35 ayat (1) PP 61/2014. Ini berarti, pada pengaturannya, wanita hamil yang ingin melakukan aborsi berhak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman, bermutu, dan bertanggung jawab.

Di samping itu, hak-hak wanita korban perkosaan yang ingin melakukan aborsi tercermin dalam pengaturan Pasal 37 PP 61/2014 yang pada intinya mengatakan bahwa tindakan aborsi berdasarkan kehamilan akibat perkosaan hanya dapat dilakukan melalui konseling, yakni pra konseling dan pasca konseling. Adapun tujuan pra konseling adalah (Pasal 37 ayat (3) PP 61/2014):

a. Menjajaki kebutuhan dari perempuan yang ingin melakukan aborsi;

b. Menyampaikan dan menjelaskan kepada perempuan yang ingin melakukan aborsi bahwa tindakan aborsi dapat atau tidak dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang.

Hal-hal tersebut diatas ditambah susahnya akses untuk menggugurkan kandungan, yang membuat kami merambah ke bisnis online. Bukan hanya profit oriented atau keuntungan semata yang kami kejar, tetapi tidak tersedianya akses aborsi legal, aman dan relatif terjangkau serta mudah diperoleh. Dengan tersedianya obat cytotec misoprostol tentu saja efektif dalam menggugurkan kandungan, maka wanita di Indonesia akan sangat terbantu dan tertolong dari segi nasib yang telah membebaninya.

Itulah profil kami yang hanya berusaha untuk membantu wanita yang ingin melakukan aborsi aman dengan menggunakan obat penggugur kandungan ampuh dan bergaransi.

Jual Obat Aborsi © 2011
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.