Cara Mengetahui Infeksi Paska Aborsi

Bagaimana Tahu Cara Mengetahui Infeksi Paska Aborsi ? sedangkan infeksi yang berhubungan dengan aborsi medis sangatlah jarang. Apabila anda merasa lemah, mual, muntah, diare, demam, nyeri dibagian perut dan perdarahan berat atau lama yang berlangsung selama lebih dari 24 jam segera ke klinik terdekat atau dokter spesialis. Dengan tanda-tanda tersebut anda bisa jadi sedang mengalami gejala infeksi, tetapi jangan panik karena infeksi dapat diobati dengan antibiotik yang dimana nanti bisa dibantu oleh tim medis. Oleh sebab itu, carilah pelayanan aborsi kandungan aman 100% tuntas supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

infeksi paska aborsi

Infeksi Paska Aborsi, Maksudnya ?

Infeksi ? itu merupakan suatu hal yang tidak asing untuk dipahami. Jika anda tengah mengalami hal tersebut apalagi bersangkutan dengan Aborsi, segeralah cari pertolongan. Gejala infeksi paska aborsi biasanya seperti demam yang memulai sesaat setelah pemberian Misoprostol, berlangsung kurang dari 24 jam adalah efek samping umum. Bila demam berlangsung lebih dari 24 jam dan diatas 38 derajat celcius, anda harus segera mencari pertolongan medis terdekat agar mendapat pertolongan cepat.

Aborsi medis merupakan alternatif yang lebih aman di tempat dimana metode operasi berbahaya bagi kesehatan perempuan, atau dimana layanan aborsi dibatasi. Resiko infeksi jauh lebih tinggi saat perempuan melahirkan dibandingkan dengan aborsi medis.

Sumber ilmiah: “Infeksi paska aborsi tidak dijabarkan sebagai tipe khusus dalam kajian aborsi medis. Tipe infeksi paling umum yang dilaporkan adalah endometriosis, yang merupakan infeksi pada dinding rahim dan saluran kelamin. Hal ini mungkin mencakup infeksi pada organ reproduksi dan sistem urin. Clostridium sordellii sepsis adalah tipe infeksi paska aborsi lain yang sangat jarang ditemukan. Dokter melakukan analisis pada satu kasus dimana perempuan meninggal karena komplikasi terkait infeksi Clostridium sordellii, dan memutuskan bahwa meski infeksi tersebut terkait aborsi medis, kasus tersebut tidak lantas membantah bukti keamanan aborsi medis yang dipicu dengan Mifepristone dan Misoprostol. Clostridium sordellii juga dapat menyebabkan infeksi fatal pada perempuan yang baru saja melahirkan. Infeksi ini bukan jenis yang terjadi hanya pada perempuan yang melakukan aborsi medis.

Secara khusus, Clostridium sordellii membutuhkan perhatian yang tidak biasa dan tanda-tanda khas terkait dengan infeksi-infeksi ini – tidak munculnya demam tapi terjadi tekanan darah rendah yang sulit dikendalikan (refractory hypotension), hemoconcentration, keluarnya cairan diberbagai bagian rongga selaput serosa (effusions in multiple serous cavities), dan leukositosis drastis (dramatic leucocytosis). Seorang perempuan Kanada meninggal di tahun 2001 karena bakteri dan situasi yang sama. Aspek-aspek yang mengganggu dijelaskan oleh Fischer dkk. Dalam satu edisi Journal (halaman 2352–2360) dijelaskan sebagai berikut; semua perempuan tersebut muda dan sehat; mereka telah melakukan prosedur dengan sukses (tidak ada bukti autopsi tentang hasil konsepsi yang bertahan); gejala klinis agak samar karena mereka mengalami kram, yang umum terjadi setelah prosedur, dan tidak ada demam; mereka semua meninggal sangat cepat setelah gejala umum. Meski kematian para perempuan muda dan sehat ini tergolong tragis, namun mereka mengalami kejadian langka yang tidak banyak terjadi dan tanpa hubungan patofisiologi yang jelas dengan metode penghentian kehamilan. Pasien harus diberi informasi mengenai resiko ini sebelum mereka menyetujui prosedur dan harus waspada terhadap gejala setelah prosedur.

“Kebanyakan kajian aborsi medis melaporkan tidak adanya infeksi, meski beberapa menyebutkan kasus-kasus khusus. 26 10 kasus infeksi dari 80.000 perempuan yang melakukan aborsi menggunakan Mifepristone dilaporkan terjadi di Amerika Serikat. Sekelompok peneliti mengkaji-ulang berbagai kajian medis dan menyimpulkan, “Infeksi paska prosedur aborsi medis merupakan kejadian yang jarang, terjadi dalam <1% dari 46,400 kasus, lebih rendah dibandingkan frekwensi infeksi paska aborsi secara operasi. Mereka juga menyatakan, “… dari frekwensi keseluruhan, infeksi paska aborsi medis yang dilaporkan (0.92%) lebih rendah daripada infeksi paska aborsi secara operasi atau persalinan.

Demikian kami rangkum artikel dengan kata kunci “Infeksi Paska Aborsi” supaya anda bisa memahami sedikit dari banyaknya informasi penting yang telah kami sampaikan.

Jual Obat Aborsi © 2011 Frontier Theme
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.